Bagikan artikel ini :

By Grace, Crossing the Time (Oleh Anugerah, Melintasi Waktu)

Habakuk 3:2; Mazmur 139:23-24

EKSPRESI PRIBADI

Kita sampai di penghujung tahun 2023! Mari mengambil waktu sejenak untuk bersama-sama menghirup nafas dalam-dalam dan menghembuskannya. (fiuhhh…) Lakukan sekali lagi dan dengarkan dengan lebih teliti hembusan nafas anda. Apakah yang terdengar hembusan lega, atau lelah, atau sesal? Bagikan apa yang anda rasakan di akhir tahun ini kepada rekan-rekan anggota CG Anda.

Refleksi di akhir tahun adalah momen yang penting, karena pada waktu inilah kita menutup perjalanan selama setahun dan akan memulai lembaran tahun yang baru. Jika dilakukan dengan tepat maka anda akan menemukan berkat dalam Tuhan, tetapi jika tidak momen itu akan berlalu begitu saja. Bagaimana refleksi akhir tahun ini dapat membawa berkat bagi Anda?.

EKSPLORASI FIRMAN

Refleksi yang membawa berkat Tuhan bagi kita harus dimulai dengan mengerti apa yang disebut sebagai “berkat” dalam kehidupan orang Kristen. Banyak orang sekarang selalu mengkaitkan berkat dengan material atau keuntungan pribadi. Kekayaan, ketenaran, keamanan, menjadi hal-hal yang kita sebut sebagai “berkat.” Namun, sebagai orang Kristen berkat yang terutama adalah ketika kita hidup berdamai dengan Tuhan, menyadari kehendak-Nya dalam hidup kekristenan kita, dan setia melakukannya hingga menghasilkan buah-buah rohani. Dengan pengertian berkat kristiani tersebut kita akan melakukan refleksi tentang perjalanan yang sudah lalu, yang akan datang, dan yang sedang kita lalui.

Perjalanan yang lalu: Yesterday is His-story

Bil Keane, seorang komikus Amerika, mengatakan sebuah kalimat bijak yang terkenal, “Kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, hari ini adalah hadiah dari Tuhan, karena itu kita menyebutnya present”. Saya setuju dengan yang kalimat bijak dari Keane ini. Namun, saya ingin menambahkan bahwa masa lalu (kemarin) bukan hanya sejarah hidup kita, melainkan sejarah karya Tuhan dalam hidup kita.

Nabi Habakuk pernah menuliskan sebuah doa yang indah, “TUHAN, telah kudengar kabar tentang Engkau, dan pekerjaan-Mu, ya TUHAN, kutakuti! Hidupkanlah itu dalam lintasan tahun, nyatakanlah itu dalam lintasan tahun; dalam murka ingatlah akan kasih sayang!” (Hab. 3:2) Ia menuliskan ini setelah selesai memberikan/menuliskan nubuatan-nubuatan bagi Yehuda. Namun, yang menarik adalah ia tidak meninggikan apa yang telah ia lakukan, tetapi Ia memuliakan Tuhan saja. Kabar tentang Tuhan yang tertulis dalam kitab Taurat menjadi pegangan hidupnya, karya-Nya yang nyata ia hormati (takuti). Hidup kita bukannya berbicara tentang kita, tetapi tentang karya Tuhan dalam hidup kita. Apa saja karya yang Tuhan kerjakan dalam hidup anda selama tahun 2023 yang lalu?

Perjalanan yang akan datang: Tomorrow is mystery

Refleksi bukan hanya berbicara tentang apa yang sudah terjadi tetapi juga bagaimana sikap kita ketika menghadapi masa depan. Tahun 2023 merupakan tahun di mana proses kembali ke kehidupan yang normal setelah pandemi mulai terjadi, setiap orang mulai kembali menyesuaikan hidup. Namun, prospek tahun 2024 pun tidak sepenuhnya menjanjikan, lihat saja di akhir-akhir tahun 2023 ada konflik geopolitik baru antara Israel dan Palestina, belum lagi muncul isu penyakit pneumonia yang ditakutkan seperti COVID.

Masa depan memang adalah misteri, tidak ada yang dapat sepenuhnya menebak, tetapi kita harus tahu bahwa Tuhanlah yang memiliki misteri tersebut (Ul. 29:29; Yer. 29:11). Nabi Habakuk pun menyadari hal itu, sehingga ketika menyikapi masa depan ia hanya dapat meminta belas kasihan dari Tuhan (Hab. 3:2). Ia meminta agar Tuhan menyatakan karya-Nya dalam lintasan waktu dan bahkan ketika ada dosa yang membuat murka, Ia hanya dapat meminta anugerah Tuhan. Ketika kita akan melintasi batas tahun ke 2024, apakah anda mau menyerahkan diri kepada sang Empunya misteri dan masa depan?

Perjalanan hari ini: Today is a gift of God

Sikap yang tepat untuk menghabiskan momen ini adalah bersama dengan keluarga dan teman Care Group untuk memeriksa diri di hadapan Tuhan. Memeriksa diri di hadapan Tuhan perlu dilakukan semua orang. Daud, sebagai raja Israel dan seorang yang berkenan di hai Tuhan, juga menunjukkan sikap ini, seperti nyata dalam salah satu Mazmur, “Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!” (Mzm. 139:23-24).

Setiap manusia memerlukan anugerah Tuhan untuk menyingkapkan jalan-jalan serong yang ada dalam hidup serta tuntunan Tuhan untuk kembali ke jalan-Nya. Oleh karena kondisi inilah Tuhan Yesus datang ke dunia untuk menunjukkan kepada dunia yang telah sesat jalan kembali kepada Bapa di Sorga (Yoh. 14:6). Karya Yesus juga yang memastikan ada tuntunan yang pasti dari Allah Roh Kudus untuk menjalani hidup ke depan (14:16-18).

Sahabat seperjalanan dalam Tuhan, mari kita menutup tahun 2023 dengan mengakui anugerah Tuhan yang beserta sepanjang jalan hingga kini dan seterusnya. Mari kita melintas dengan penuh keyakinan atas pribadi Tuhan dan karya-Nya dalam kehidupan kita. Andalkan Yesus Kristus yang telah memberikan anugerah untuk kembali kepada Bapa dan masuk dalam persekutuan dengan Roh Kudus. Saya rindu kita dapat mengamini doa penutup dari Habakuk untuk menyongson tahun yang baru,

“Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam Tuhan, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. Allah Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku.” -Habakuk 3:17-19. [JP]

APLIKASI KEHIDUPAN

Pendalaman

Apa yang seharusnya menjadi berkat dalam kehidupan orang Kristen?

Penerapan

Bagaimana mengajak keluarga kita untuk bersama-sama merenungkan karya Tuhan?

SALING MENDOAKAN

Akhirilah Care Group Anda dengan saling mendoakan satu dengan yang lain.