Bagikan artikel ini :

JANGAN KERAS KEPALA!

Markus 6:45-56

sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil.
- Markus 6:52

Sebuah pepatah berbunyi demikian: Keledai tidak akan jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya. Keledai adalah binatang yang dianggap bodoh dan degil (keras kepala). Sekalipun demikian, setidaknya keledai tidak akan jatuh ke dalam kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Pepatah ini menegur manusia agar tidak keras kepala dan mau sungguh-sungguh belajar, serta tidak mengulangi kesalahan yang sama. Hal serupa berlaku untuk kehidupan rohani kita. Kita perlu rendah hati belajar, serta jangan menjadi bebal dan keras kepala. Tentu tidak mudah karena firman Tuhan menceritakan bagaimana murid-murid Yesus, sekalipun telah berulang kali menyaksikan Dia melakukan mukjizat, tetapi hati mereka tetap tidak belajar dan gagal mengenali-Nya.

Selesai melakukan mukjizat memberi makan lima ribu orang lebih, Yesus memerintahkan murid-murid-Nya untuk berangkat terlebih dahulu ke seberang, sementara Dia pergi ke bukit untuk berdoa (ay. 45-46). Waktu tengah malam, perahu murid-murid-Nya sudah bergerak maju karena angin sakal, Yesus lalu berjalan di atas air hendak melewati mereka (ay. 48). Murid-murid terkejut melihat-Nya dan mengira Dia adalah hantu (ay. 49). Namun, Yesus menenangkan mereka dan naik ke perahu (ay. 50-51). Para murid tercengang dan bingung. Mengapa bisa demikian? Alkitab menjawab, “… sesudah peristiwa roti itu mereka juga belum mengerti, dan hati mereka tetap degil” (ay. 52). Para murid telah mengalami mukjizat demi mukjizat. Mereka melihat bagaimana Yesus mengusir kuasa roh-roh jahat, menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, menenangkan angin badai, dan banyak mukjizat lainnya. Namun, semua itu tidak cukup untuk membuka mata hati mereka untuk mengenali natur Yesus yang sebenarnya, yakni Putra Allah yang Mahatinggi.

Orang-orang percaya hari ini tidak lebih baik dalam mengenali kebenaran ilahi. Kita sama lemahnya dan berdosanya seperti murid-murid Yesus. Saat melihat mukjizat-mukjizat Tuhan, mereka tetap tidak mampu mengenali Yesus. Mungkin kita juga tidak lebih baik dari mereka. Kita sangat mungkin menjadi lemah iman meskipun selama menjalani hidup seringkali melihat bagaimana Tuhan telah menolong dan menyatakan kasih-Nya kepada kita. Panggilan kita adalah selalu bersikap rendah hati mengakui kelemahan dan dosa-dosa. Hendaklah terus memohon Roh Kudus agar pikiran kita dicerahkan dalam memahami kebenaran firman-Nya.

Refleksi Diri:

  • Kapan Anda terakhir kali meragukan akan kekuasaan Tuhan dalam menjawab permasalahan Anda? Apakah ada kedegilan di dalam hati Anda?
  • Apakah Anda sudah berdoa memohon Roh Kudus mencerahkan pikiran Anda setiap kali mendengar dan merenungkan firman-Nya?